Kamis, 02 Februari 2012 - 10:40:55 WIB
PT. BERDIKARI (PERSERO) Siapkan Lahan Pembibitan Sapi Terbesar
Diposting oleh : Admin Web
Kategori Berita - Dibaca 19431 kali


PT.Berdikari Siapkan mengamankan pasokan daging sapi dalam negeri. Sebagai satu-satunya BUMN dibidang peternakan,Perusahaan ini meyatakan kesiapan untuk mengembangkan usaha pembibitan sapi ini. ” Kami memiliki lahan seluas 7780 hektar di Sulawesi Selatan (Sulsel) yang selama ini telah digunakan usaha pembibitan sapi” ujar Librato El Arif Direktur Utama PT.Berdikari (Persero) di Jakarta, Kemarin.

Librato menjelaskan saat ini terdapat 5200 ekor sapi yg berkualitas dan siap dilakukan pembibitan dilokasi perternakan terbesar se-Asia Tenggara tersebut. “Bidang Usahanya meliputi pembibitan sapi berkualitas, sistem perkawinan dan estimasi, pengemukan serta perdagangan,” ujar Librato yang didampingi juga oleh Direktur Operasional dan Pemasaran Alfin Purnadi.

Dikatakan, pihaknya siap jadi BUMN perternakan dan mengelola cadangan sapi bibit nasional. “Kami memahami keengganan pihak swasta yang ingin memasukan usaha ini jika harus memulai dari nol.Namun Aalhamdulillah kami  telah memiliki unit usaha beserta sarana penunjangnya yang cukup memadai,” timpal dia.

Sementara itu Chairman Indonesia Bureaucracy and Service Watch (IBSW) Nova Andika menyatakan Pemerintah harus mendukung pembibitan sapi, “Sesuai dengan Permentan No.48 tahun 2011 Pasal 38 yang menjelaskan bahwa penyediaan benih dan bibit sapi merupakan tanggung jawab pemerintah,” ujar Nova.  

Selain itu juga Undang – Undang No. 18 Tahun 2009 Pasal 13 tentang perternakan dan kesehatan hewan mengamanahkan bahwa Pemerintah berkewajiban untuk pengembangan usaha pembenihan dan pembibitan dengan melibatkan peran masyarakat dan menjamin ketersediaan benih, bibit atau bakalan,”  ujarnya melanjutkan.

Menanggapi tawaran Berdikari, Wakil Ketua Komisi IV DPR Firman Soebagyo menilai pasar produksi daging sapi dari tahun ke tahun mengalami peningkatan yang signifikan kemudian juga dilandasi dari pada tingkat pertumbuhan penduduk,” jelasnya. (Sumber, Suara Merdeka)